Wednesday, January 6, 2016

Merancang sendiri Ruko Minimalis Satu Lantai

Bangunan Ruko satu lantai
Selamat malam sobat blogger, Selamat Tahun Baru 2016. Semoga ditahun ini keberuntungan akan menemani kita semua. Mungkin di tahun 2016 ini anda punya rencana ingin membangun usaha perdagangan atau membuka toko. Disini saya akan memberikan contoh bagaimana kita merancang sendiri Ruko atau rumah toko dengan desain paling modern yang lagi ngetren yaitu model minimalis modern.

Cara merancang bangunan rumah sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit, saya sendiri sudah membuktikan dan hasilnya sangat memuaskan (kata orang sih hehehe...). Satu hal yang perlu anda ingat bahwa membangun rumah saat ini membutuhkan biaya yang sangat besar (bagi orang yang tidak punya). Oleh karena itu agar hasilnya sesuai dengan harapan kita maka sebaiknya kita sendiri yang merancang desain atau modelnya.

Bagaimana Caranya ?

Ikuti uraian saya dibawah ini.

 
Rumah Toko Minimalis tampak samping

Langkah pertama, cari referensi. Anda bisa mencarinya di google atau dimanapun ketika anda berjalan-jalan dan melihat model rumah yang cocok anda simpan dalam memori. Ini bukan berarti kita menjiplak. Kita hanya mencari inspirasi atau referensi saja. Memang tidak mudah. Saya sudah mencari di google tetapi tidak mendapatkan model yang sesuai dengan ukuran tanah dan sesuai dengan budget keuangan yang ada. Yang banyak di internet adalah ruko 2 lantai, padahal saya butuh 1 lantai.

LAngkah kedua adalah membuat rancangan atau draft dengan pensil atau ballpoint. Mulai dari denah ruangan dulu (tampak atas). Setelah itu coba desain bagian depan. bagian depan adalah bagian yang paling kritikal. Ibarat orang, ini adalah wajah. Baik buruknya rumah kita yang paling berpengaruh adalaah penampilan tampak depan. Jadi cobalah ber ulang-ulang sampai mendapatkan hasil terbaik.

Langkah ketiga, setelah draft selesai coba buat lebih halus dengan bantuan komputer, misalnya pakai corell draw. Trial and error pasti terjadi karena kita memang bukan ahlinya. Kerjakan ini sampai mendapatkan penampakan yang menurut kita terbaik.

Langkah ke-empat adalah membuat gambar detail yang ada ukurannya. Buat gambar dengan perbandingan ukuran proporsional, bisa di skala. Nanti akan kelihatan desain kita terlalu pendek, atau terlalu gemuk. Semua akan nampak dalam gambar yang kita buat proporsional. Kalau kurang cocok silahkan dirubah ukurannya. Karena kalau merubah gambar masih mudah, tetapi kalau merubah bangunan yang sudah jadi maka selain biaya yang besar juga membutuhkan waktu yang lama.

Langkah ke-5 diskusikan dengan tukang yang akan anda minta untuk mengerjakannya. Ingat anda buka arsitek, jadi masalah ukuran yang benar kadang kita tidak tahu. Dari diskusi tersebut selanjutnya ajust ukuran yang ada pada gambar dan setelah semua oke silahkan di print. Buat 3 penampakan yaitu tampak atas, tampak depan dan tampak samping. Semua harus detail termasuk ukurannya.

Langkah terakhir, jika memungkinkan buat maket sederhana dengan bahan seadanya, misalnya pakai karton bekas. Buat miniatur dengan perbandingan ukuran pakai skala, supaya kelihatan kira-kira hasil akhir nanti seperti apa. Kalau dalam langkah ini kita merasa masih ada yang kurang cocok bisa dirubah tetapi nanti gambar yang sebelumnya kita buat juga harus dirubah.

Setelah semua oke baru di eksekusi alias dikerjakan.

Semoga cara ini bisa membantu anda yang mempunyai impian ingin membangun rumah toko 1 lantai bisa terwujud.

Saturday, October 3, 2015

Masalah glue line double backer yang terputus-putus.

Sudah lama saya tidak menulis artikel tentang karton box, selain karena komputer yg rusak juga kesibukan di kantor yang semakin meningkat. Suatu hari ada seorang sahabat yang bertanya melalui email mengenai problem glue line pada lembaran karton. Begini pertanyaannya : Maaf pak sebelumnya saya mau tanya kalau glue line di DB itu putus2 knp ya?dan apa solusinya? Terima kasih.

Terus terang saya tidak punya pengalaman di mesin corrugator. Tetapi karena ada dorongan moral untuk membantu teman yang lagi membutuhkan bantuan, dan sekaigus saya juga untuk menambah pengetahuan mengenai masalah tersebut maka mulaikah saya mencari referensi dari berbagai sumber yang membahas masalah tersebut.

Singkat cerita dari beberapa literatur yang saya baca, masalah glue line yg sering terputus putus secara umum ada dua kemungkinan penyebabnya.

Pertama tekanan press roll yang kurang. Ini bisa terjadi karena single face-nya lembek atau ketinggia flute tidak standard atau ketinggian fluting tidak seragam ( high-low ), sehingga puncak2 flute yang sudah dilapisi glue tidak bisa menempel dengan baik pada back liner. Flute lembek (gembos) bisa karena kualitas kertas mediumnya yang jelek. Ketinggian flute tidak standard & tidak seragam bisa karena corrugating roll kotor,atau aus. Coba periksa kondisi corrugating roll termasuk bearingnya. Jika corrugating roll kotor segera bersihkan.
Kedua karena tranfer glue yang kurang. Ini bisa terjadi karena ada peningkatan speed yang tidak dibarengi dengan jumlah glue yang memadai. Pada kasus ini biasanya disebabkan oleh setting glue gap yang kurang pas. Coba lakukan ajust pada glue gap sesuai speed mesin dijalankan. Kedua bisa juga karena roll metering glue atau applicator roll kotor atau aus, sehingga supply glue tidak stabil.

Demikian semoga bermanfaat.

Thursday, October 1, 2015

Catatan Kecil yang tercecer : Antara Price dan Cost

Price vs Cost

Kebijakan suatu perusahaan untuk menekan biaya seringkali diterjemahkan oleh para manager dengan menggunakan material atau spare part yang harganya murah. Benarkah sesuatu yang murah lebih menguntungkan perusahaan?

Price (harga) dan Cost (biaya) adalah dua hal yang berbeda. Price adalah jumlah yang harus kita bayarkan terhadap suatu barang atau jasa. Sedangkan cost adalah keseluruhan biaya yang timbul dalam suatu aktivitas atau proses produksi.

Ketika anda menganggap mencari harga yang lebih rendah merupakan hal yang hebat maka hal itu seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor yang dapat membuat cost meningkat.

Sebagai contoh, katakanlah anda telah mulai membeli komponen murah untuk barang yang anda produksi. Pengurangan harga telah menyebabkan perusahaan anda membelanjakan $ 10.000 lebih murah per bulan untuk komponen tsb. Bagaimanapun, komponen murah memiliki kualitas lebih rendah dari komponen yang dibeli sebelumnya. Jika sebagai akibatnya tingkat reject menjadi lebih tinggi sehingga perusahaan anda harus mengeluarkan $ 20.000 untuk memproduksi barang dengan jumlah yang sama, maka itu adalah keputusan yang salah.

Kalau kasus seperti itu yang terjadi maka jelas terlihat bahwa price yang murah tidak membuat perusahaan menjadi lebih untung, justru membuat perusahaan merugi. Itu belum termasuk potensial lost yg harus ditanggung perusahaan akibat kualitas barang yang jelek misalnya ditinggalkan customer, trust customer terhadap perusahaan anda menurun dsb.

Kesimpulannya, menekan biaya bukan sekedar mencari harga yg murah tetapi yang lebih penting adalah melakukan analisa secara komprehensif tentang untung ruginya. Mencari substitusi boleh dan memang dianjurkan tetapi jangan sampai terjadi mengejar ikan yang kecil tetapi ikan besar yang ada di genggaman malah terlepas...!

Saturday, March 14, 2015

Download Permendesa No. 1,2,3,4,5 Tahun 2015

Sejak disahkannya Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 sudah ada beberapa Peraturan Pemerintah (PP) yang dikeluarkan diantaranya adalah PP 43 dan PP 60 Tahun 2014. Walaupn demikian untuk mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan dana desa yang jumlahnya cukup besar diperlukan berbagai persiapan yang benar-benar matang. Apalagi adanya perubahan kementerian yang mengasuh Desa,  dimana pada awalnya UU Desa ini dibuat pada saat Desa berada dibawah naungan Kementerian Dalam Negeri sedangkan saat ini Desa berada dibawah naungan Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi. Hal ini tentu membutuhkan beberapa peraturan yang lebih detail dan sesuai dengan kondisi saat ini agar pelaksanaan UU Desa bisa berjalan lancar.

Dalam Seminar tentang Persiapan Pemerintah Daerah dalam Implementasi UU Desa di UGM Yogyakarta (6/3) Menteri Desa, PDT & Transmigrasi, Marwan Jafar memaparkan, ”saat ini telah diterbitkan 5 Peraturan Menteri Desa, PDT & Transmigrasi untuk mengawal implementasi UU Desa, dan 2 Permendesa lain sedang menunggu disahkan”.

Lima Permendesa tersebut adalah sbb :
  1. Permendesa nomor 1/2015 tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal-Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa;
  2. Permendesa nomor 2/2015 tentang Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa;
  3. Permendesa nomor 3/2015 tentang Pendampingan Desa;
  4. Permendesa nomor 4/2015 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa;
  5. Permendesa nomor 5/2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2015.
Link Download
Bagi Anda yang membutuhkan file pdf Permendes diatas bisa download dengan menekan tombol dibawah ini :
 
Cara download : Setelah anda klik link download tersebut diatas Selanjutnya akan muncul tampilan file dimaksud. Setelah itu silahkan klik tombol panah  “unduh” dan pilih save.

Sumber LINK download : http://www.hdesignideas.com/2015/02/permendesa-no-1-2-3-ta-2015-tentang.html

Pemberitahuan Untuk Pertanyaan & Komentar di Blog Karton Media

Pembaca Blog Karton Media yang saya hormati,
Sehubungan dengan tugas-tugas saya dikantor akhir-akhir ini sangat padat sehingga saya tidak sempat untuk membaca dan membalas setiap pertanyaan yang masuk.

Oleh karena itu bersama ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada Anda semua bila merasa pertanyaannya tidak diperhatikan.

Insya Allah jika ada waktu luang saya akan sempatkan untuk membalas surat-surat yang masuk dan pertanyaan atau komentar yang membutuhkan jawaban.

Salam,
Admin

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Karton Media .