Inilah Pabrik Corrugated Carton Box Se Indonesia

Posted by Ngatiyat Prambudi Tuesday, April 15, 2014 0 comments

Sobat blogger, untuk melengkapi pengetahuan kita tentang dunia karton box, kali ini karton media merilis daftar nama pabrik corrugated carton box se Indonesia. Posting kali ini semoga bisa membantu anda yang ingin melamar kerja atau menawarkan produk yang berhubungan dengan pabrik karton box. Mengenai alamatnya silahkan searching di google aja... hehehe...
Indonesian Corrugated Carton Box Industry :
JAKARTA - BOGOR - TANGERANG - BEKASI
01 P.T. ASADA MITRA PACKINDO
02 P.T. ASIA KARTON LESTARI
03 P.T. ASIA PAPERCONE INTERNUSA
04 P.T. BOSUNG INDONESIA
05 P.T. CARTONINDUS SUMBER JAYA
06 P.T. CIPTA MULTI BUANA PERKASA
07 P.T. ESBIPE SAPRITA BUNDA PERSADA
08 P.T. GELORA CITA KEMASTAMA
09 P.T. GUNAPARAMITA PRIMASATYA
10 P.T. GURU INDONESIA
11 P.T. INDOPACK PRATAMA
12 P.T. INDORICAINDAH SEJATI
13 P.T. INTERPACK RAYA
14 P.T. INDAH KIAT PULP AND PAPER
15 P.T. KARTON JAYA INDUSTRY
16 P.T. KARYA INDAH MULTIGUNA
17 P.T. KATI KARTIKA MURNI
18 P.T. KEDAUNG INDUSTRIAL LTD
19 P.T. PINDO DELI PULP & PAPER
20 P.T. KIMU TUJUH KEMASINDAH
21 P.T. MALINDO IRFAN
22 P.T. MAXFOS PRIMA
23 P.T. METIN BOX
24 P.T. MINI PAPER BOX INDUSTRI
25 P.T. MONAS PADMA SEJAHTERA
26 P.T. MULTI BOX INDAH
27 P.T. NAGASENA ADILESTARI
28 P.T. ORIENTAL ASAHI LYMAN
29 P.T. PANCAMITRA PACKINDO
30 P.T. PASIR SARI RAYA INDONESIA
31 P.T. RAPIPACK ASRITAMA
32 P.T. SAGITARUS ANGGADA HUTAMA
33 P.T. SALIM RENGO CONTAINERS
34 P.T. SAPTA MAKNA SELARAS
35 P.T. SARI MAS SENTOSA
36 P.T. SINAR RAPI ASRI
37 P.T. SMURFIT CONTAINER INDONESIA
38 P.T. SRIKANDI CARTONINDO
39 P.T. SUMBERDATA KEMAS INDAH
40 P.T. SUPER KEMAS PRATAMA
41 P.T. TOP UNION BOX
42 P.T. TUGU PAKULONAN
43 P.T. WIRAJAYA PACKINDO

JAWA BARAT
1 P.T. BIMETA KARNUSA
2 P.T. DWIDAYA MANDRASAKTI
3 P.T. KEMASJAYA TERUNA (JAYABOX)
4 P.T. KIMU ENAM KEMASINDO
5 P.T. MAKMURBOX REKASANTIKA
6 P.T. PURINUSA EKA PERSADA
7 P.T. SURYA BUANA
JAWA TENGAH

1 P.T. BAHANA BUANA BOX
2 P.T. PURINUSA EKA PERSADA
3 P.T. SALIM RENGO CONTAINER

JAWA TIMUR


1 P.T. BENTOEL BOX
2 P.T. INTAN USTRIX
3 P.T. GUNUNG GILEAD
4 P.T. KEDAWUNG SETIA CCBI
5 P.T. KEDAWUNG SUBUR
6 P.T. KEMAS SUPER INDONESIA
7 P.T. KEMASAN CIPTATAMA SEMPURNA
8 P.T. LESTARI KARYA MAKMUR
9 P.T. MITRA MANDIRI BOXINDO
10 P.T. MULTIPACK UNGGUL
11 P.T. PABOXIN
12 P.T. SURINDO TEGUH GEMILANG
13 P.T. SALIM RENGO CONTAINERS
14 P.T. SATRIA GRAHA SAMPOERNA
15 P.T. SURABAYA MEKABOX
16 P.T. TJIWI KIMIA CORRUGATED BOX
17 P.T. TRISULA PACK INDAH
18 P.T. UNIVERSAL JASA KEMAS
19 P.T. WIJAYA SANTOSA BOX

SUMATERA / BATAM
1 P.T. INDUSTRI PEMBUNGKUS INT'L
2 P.T. KREASI KOTAK MEGAH
3 P.T. KONVERTA MITRA ABADI
4 P.T. KEDAUNG MEDAN
5 P.T. SUMBER TUGU MUSTIKA
6 P.T. SUMATERA HAKARINDO

LAMPUNG
1 P.T. KARINDO

SULAWESI
1 P.T. SARI INDAH PACKAGING
sumber : http://www.acca-website.org/PICCI.htm


Baca Selengkapnya ....

Apakah Golput Itu

Posted by Ngatiyat Prambudi Saturday, April 5, 2014 0 comments

Pengertian
Golput atau golongan putih adalah suatu tindakan untuk tidak menggunakan hak pilihnya pada saat pemilihan umum (pemilu) secara sadar dengan berbagai faktor dan alasan. Biasanya golput dilakukan dengan tiga cara yaitu pertama tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS), kedua datang ke TPS tetapi memberikan suara kosong ( tidak mencoblos sama sekali) dan yang ketiga datang ke TPS tetapi memberikan suara yang tidak valid (mencoblos lebih dari satu gambar partai/caleg atau bagian putih/diluar kotak).
Tolak Golput (sumber : antarafoto.com)

Mengapa disebut Golongan Putih?
Banyak orang mempunyai persepsi yang salah tentang golongan putih ini. Di Indonesia golongan putih biasanya dikonotasikan kelompok orang-orang suci, orang-orang baik atau  orang-orang taat beragama.Tetapi golongan putih dalam pemilu ini berbeda dengan pengertian diatas. Dipakai istilah “putih” karena golongan ini menganjurkan agar mencoblos bagian putih di kertas atau surat suara atau di luar gambar parpol peserta pemilu. Hal ini terjadi karena pada awal munculnya gerakan golput ini terjadi pada jaman orba dimana pada saat itu tidak ada orang yang berani untuk tidak datang ke TPS, sehingga mereka yang menjadi kelompok golput tetap datang ke TPS tetapi mencoblos diluar kotak gambar partai peserta pemilu.

Sejarah Golput
Golput adalah gerakan protes dari para mahasiswa dan pemuda untuk memprotes pelaksanaan Pemilu 1971 yang merupakan Pemilu pertama di era Orde Baru. Pesertanya 10 partai politik, jauh lebih sedikit daripada Pemilu 1955 yang diikuti 172 partai politik. Tokoh yang terkenal memimpin gerakan ini adalah Arief Budiman. Sepanjang Orde Baru,ia dianggap pembangkang dan sulit mendapatkan pekerjaan walau ia doktor lulusan Harvard dan dosen di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga serta Universitas Melbourne. Namun, pencetus istilah “Golput” ini sendiri adalah Imam Waluyo. Dipakai istilah “putih” karena gerakan ini menganjurkan agar mencoblos bagian putih di kertas atau surat suara. Di luar gambar parpol peserta Pemilu bagi yang datang ke bilik suara. Namun, kala itu, jarang ada yang berani tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena akan ditandai. Maklum,baru saja Orba selesai melakukan konsolidasi dg melibas habis bukan saja pendukung PKI tapi rezim Orde Lama & Soekarnois. Pemilu 1971 adalah sarana bagi rezim Orde Baru untuk memantapkan kekuasaannya.

Golongan putih (golput) pada dasarnya adalah sebuah gerakan moral yang dicetuskan pada 3 Juni 1971 di Balai Budaya Jakarta, sebulan sebelum hari pemungutan suara pada pemilu pertama di era Orde Baru dilaksanakan. Arief Budiman sebagai salah seorang eksponen Golput berpendapat bahwa gerakan tersebut bukan untuk mencapai kemenangan politik, tetapi lebih untuk melahirkan tradisi dimana ada jaminan perbedaan pendapat dengan penguasa dalam situasi apa pun. Menurut kelompok ini, dengan atau tanpa pemilu, kekuatan efektif yang banyak menentukan nasib negara ke depan adalah ABRI. Kebanyakan tokoh pencetus Golput adalah “Angkatan ‘66”, walaupun sebagian tokoh “Angkatan ‘66” diakomodasi Orba dalam sistem. Mereka ada yg menjadi anggota DPR-GR,bahkan Menteri. Namun,yang tetap kritis melawan rezim baru yg dianggap mengingkari janji itu. Pencetusan gerakan itu disambung dengan penempelan pamflet kampanye yang menyatakan tidak akan turut dalam pemilu. Tanda gambarnya segi lima dengan dasar warna putih, kampanye tersebut langsung mendapat respon dari aparat penguasa.

Alasan Golput
Terdapat perbedaan fenomena golput pada masa orde baru dan di era reformasi sekarang ini. Di masa orde baru, ajakan golput dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan politik terhadap arogansi pemerintah/ABRI yang dianggap tidak menjunjung asas demokrasi. Di era reformasi sekarang ini sebenarnya pilihan untuk Golput sudah tidak relevan. Hal ini karena kebebasan dalam mengeluarkan pendapat sudah benar-benar terbuka. Keran demokrasi sudah dibuka selebar-lebarnya. Lalu mengapa sekarang masih banyak orang yang menyatakan golput?
Berikut alasannya.
           Karena alasan Teknis. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang tinggal jauh dari TPS misalnya bekerja diluar kota, dsb.
           Tidak percaya pada system demokrasi yang telah mengakibatkan kondisi Negara semakin amburadul, korupsi merajalela, hukum berpihak pada penguasa atau yang punya uang, ekonomi semakin sulit, harga-harga semakin mahal dsb.
           Kurangnya Sosialisasi mengenai pentingnya partisipasi dalam Pemilu. Banyak masyarakat yang tidak mengerti apa gunanya memilih, apa bedanya ikut memilih dan tidak ikut memilih. Apa pengaruhnya bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dsb.
           Sebagai bentuk protes masyarakat dan keputusasaan masyarakat atas janji pemerintah yang tidak pernah direalisasi. Sehingga rakyat menjadi pesimis dan apatis terhadap kegiatan pemerintah.
           Tidak percaya terhadap partai politik maupun Caleg. Perilaku korup yang sering dipertontonkan oleh para elit politik yang rakus dan tidak bermoral membuat sebagian masyarakat malas menggunakan hak pilihnya.

Golput Sebaiknya Dihindari
Saya sendiri termasuk orang yang tidak setuju dengan pilihan menjadi Golput saat ini. Mengapa? Karena dulu kita menuntut agar Negara ini benar-benar demokratis, bebas dari paksaan, bebas dari intimidasi, bebas dari rasa takut terhadap penguasa dll. Nah ketika sekarang semuanya sudah terbuka mengapa kita masih golput? Atau jangan-jangan kita sendiri yang pengecut. Kita merasa sebagai orang hebat sehingga tidak percaya dengan kualitas para caleg. Lalu kalau kita merasa sangat hebat mengapa bukan kita yang maju sebagai caleg? Merasa tidak mampu? Inilah yang saya maksud sebagai pengecut.
Memang golput secara konstitusi tidak dilarang karena memilih itu adalah hak bukan kewajiban. Tetapi pernahkan Anda renungkan bahwa walaupun banyak orang memilih untuk golput tetapi pemilu tetap sah dan para Caleg tetap ada yang terpilih?.

Berikut beberapa alasan mengapa golput sebaiknya dihindari :
Pertama : Orang-orang golput tidak akan mempengaruhi jumlah kursi di DPR. Artinya walaupun seseorang protes dengan golput, kursi DPR yang disediakan tetap sama. Semakin banyak orang golput, semakin murah harga satu kursi. Misalnya jumlah anggota DPRD yang harus dipilih dalam satu Kabupaten sebanyak 45 Orang. Jika jumlah pemilih dalam DPT = 450.000 orang maka 1 kursi harganya 10.000 suara. Kalau yang golput 50% maka harga 1 kursi hanya 5.000 suara. Jadi walaupun yang hadir hanya sedikit maka jumlah anggota DPRD tetap 45 orang tidak dikurangi.

Kedua : Tidak ada orang yang sempurna, tetapi setidaknya ada yang bisa menjadi lebih baik. Oleh karena itulah dilakukan pemilihan agar mampu menemukan orang-orang yang lebih baik. Dan orang-orang baik tentu akan memilih orang-orang yang baik pula. Bayangkan jika suatu wilayah golput 90% dan yang menggunakan hak pilih hanya 10% yaitu orang-orang yang telah dibeli oleh Caleg pemilik modal. Nah seandanya caleg tersebut adalah seorang preman atau maling maka karena 90% orang-orang baik memilih golput maka dia akan terpilih dan jadi. Tetapi senandainya yang 90% ini memilih dengan hati nurani dan memilih caleg yang baik maka caleg preman tadi akan gagal.

Ketiga : Bila terjadi kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat di suatu tempat masyarakat biasanya mengadukan kepada anggota dewan yang mereka pilih. Kalau masyarakat menyatakan diri sebagai golput lalu ingin memperjuangkan hak yang dilanggar oleh penguasa mereka akan mengadu kemana? Disinilah perlunya masyarakat menunjuk wakilnya. Mereka yang kita pilih itu adalah wakil-wakil kita. Mau Anda tidak punya wakil?

Nah setelah membaca postingan saya ini mudah-mudahan Anda-anda semua berubah pikiran, meluangkan waktu sejenak untuk berpartisipasi dalam Pemilu yang akan digelar tanggal 9 April 2014 besok. Bukankah Pemerintah telah menetapkannya sebagai hari libur nasional?




Baca Selengkapnya ....

Pilihlah Partai Yang Peduli Nasib Kaum Buruh Indonesia

Posted by Ngatiyat Prambudi Tuesday, March 25, 2014 0 comments
Sobat bloger, dua minggu lagi tepatnya tanggal 9 April 2014 akan digelar pesta demokrasi lima tahunan yang bernama Pemilu. Ya, Pemilu disebut pesta demokrasi karena pada saat itulah rakyat merayakan pesta untuk menunjukkan bahwa rakyatlah yang berkuasa. Rakyatlah yang akan menentukan hitam putihnya nasib negara kita lima tahun kedepan.

Kontestan Pemilu 2014
Satu hal yang harus kita perhatikan, sebagai kaum buruh pilihlah Calon Anggota DPR yang peduli dengan nasib kaum buruh. Jangan pernah memilih Caleg dari Partai yang hanya memikirkan nasib Pegawai Negeri, TNI dan Polri. Pilihlah Caleg dari Partai yang mau memperjuangkan nasib buruh Indonesia. Mari kita ingat-ingat perjalanan pemerintah sejak Reformasi. Apakah pemerintah selama ini hanya memikirkan kesejahteraan PNS, TNI/Polri ataukah Pemerintah juga memperhatikan nasib buruh? Ingat yang bisa merubah nasib buruh hanya buruh itu sendiri ! Para pejabat dan birokrat tidak pernah merasakan susahnya hidup para pekerja pabrik yang tiap tahun berjuang mati-matian hanya untuik mendapatkan UMK yang agak layak. Sementara PNS,TNI/Polri gajinya sudah besar masih saja tiap tahun dinaikkan. Ingat uang siapa yang dipakai menggaji mereka. Bukankah uang rakyat juga !

Jumlah buruh di Indonesia dari tahun ke tahun semakin besar. Jumlah buruh lebih banyak daripada jumlah Pegawai Negeri, TNI dan Polri. Buruh sebenarnya mempunyai kekuatan yang besar untuk melakukan perubahan. Marilah kita gunakan tanggal 9 April 2014 sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Perubahan bukan hanya pergantian pemangku kekuasaan, tetapi perubahan dalam arti yang sebenarnya. Mari kita pilih partai yang punya jati diri. Bisa membawa Indonesia menjadi negara yang maju. mandiri, sejahtera dan bermartabat. Pemimpin yang mempunyai visi kedepan bagaimana nasib Indonesia dimasa yang akan datang. Bukan Pemimpin yang hanya mementingkan bagaimana bisa mendapatkan kekayaan secepat mungkin. Bukan pemimpin yang hanya mementingkan diri sendiri, keluarga, teman, dan kelompoknya.

Saatnya kita tunjukkan bahwa rakyatlah sejatinya yang berkuasa. Mereka tidak akan bisa jadi apa-apa kalau rakyat tidak memilihnya. Jangan jual harga diri kita dengan uang Rp. 20.000 atau sembako. Uang dua puluh ribu hanya dapat dua bungkus nasi campur. Tetapi nasib kita 5 tahun kedepan jadi taruhannya. Mari kita bersatu padu memilih dengan hati nurani dan pikiran yang jernih agar melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Jangan GOLPUT, karena golput menunjukkan kelemahan kita. Golput atau golongan putih atau tidak memilih adalah istilah bagi orang-orang yang merasa dirinya paling hebat. Mereka yang memilih golput merasa bahwa tidak ada gunanya mencoblos dalam pemilu. Kalau semua orang merasa tidak ada gunanya mengikuti pemilu lalu apa arti negara demokrasi? Dulu di jaman ORBA banyak orang mengeluh karena mereka takut untuk memilih partai tertentu. Sekarang setelah kran demokrasi dibuka seluas luasnya pantaskah kita masih beralasan bahwa percuma kita ikut memilih?

Selamat berjuang demi Indonesia yang lebih baik !!!

Baca Selengkapnya ....

Banyak Tahu, Banyak Masalah?

Posted by Ngatiyat Prambudi Wednesday, March 5, 2014 0 comments
Sudah lama aku tidak menulis di blog ini, sesuatu yang menyangkut pekerjaan. Entah mengapa sore ini aku pingin menulis lagi. Mencurahkan masalah yang aku hadapi di dunia kerja.

Saya masih ingat ada seorang manager yang bilang "Banyak Tahu Banyak Masalah", "Banyak Tahu Banyak Kerjaan". Awalnya kalimat itu aku anggap hanya intermezo belaka, guyonan disela kesibukan kerja dikantor. Tetapi setelah aku renungkan ternyata kalimat itu banyak benarnya. Ternyata semakin banyak kita bisa mengerjakan sesuatu semakin banyak beban yang diberikan kepada kita !. Dan celakanya hal itu tidak berbanding lurus dengan karier atau kesejahteraan yang kita terima.

Aku bisa bilang begitu karena aku merasakan sendiri masalah ini. Aku bekerja dalam sebuah perusahaan swasta multi nasional sebagai staft PPIC. Awalnya sama dengan yang lain, masing-masing orang punya jobdes sendiri-sendiri. Tetapi karena sifatku yang suka membaca dan suka mempelajari sesuatu yang baru akhirnya kemampuanku melampaui apa yang menjadi tugasku sendiri. Hampir semua pekerjaan yan ada di teamku aku bisa mengerjakannya. Bahkan diluar masalah pekerjaan pun aku termasuk serba bisa. Misalnya masalah computer. Dulu sebelum ada karyawan baru yang expert dibidang computer yang bergelar SKom, semua masalah computer dikantor, apakah itu masalah printer, masalah program, masalah computer macet semua larinya ke aku.

Dalam hal pekerjaan-pun demikian. Kalau ada yang tidak masuk selalu aku yang merangkap mengerjakan pekerjaan temanku walaupun hanya sebagian, tidak semuanya, hanya yang sifatnya urgent. Hal itu berlangsung puluhan tahun. Sementara itu ada seorang teman dalam satu team yang gaptek dengan computer dan hanya bisa mengerjakan pekerjaannya sendiri. Walaupun ada teman yang tidak masuk dia tidak pernah membantu atau disuruh membantu oleh atasan. Alasannya sederhana, karena temanku itu tidak bisa mengerjakannya. Tetapi tahukah Anda bahwa karierku pun sama dengan temanku itu, datar-datar saja. Ya, walaupun dalam hal kenaikan gaji memang aku selalu mendapat nilai terbaik, tetapi masalah level, jabatan tetap saja tidak berpengaruh.

Di bagian PPIC aku kebagian tugas sebagai MRP (material requirement planning) yang bertugas merencakan dan menyediakan segala kebutuhan material produksi. Selain itu setiap ada order baru dari marketing justru akulah rujukannya. Aku harus menganalisa apakah order ini bisa dikerjakan di mesin atau tidak. Kadang-kadang juga harus merancang desain konstruksi jika ada customer yang develop produk baru dan ingin dibantu merancang packagingnya. Pendek kata setiap ada keraguan dari team marketing maka akulah jujugannya, bukan yang lain. Disatu sisi aku bangga bisa membantu dan terus belajar tetapi disisi lain kadang aku merasa ini melebihi porsiku. Ibarat kata aku adalah  karyawan dengan gaji kopral tapi pekerjaan jenderal.

Itu masih belum cukup. Manager pabrik sering memberi tugas membuat ini, itu dan lain sebagainya yang sebenarnya bukan tugasku. Karena sekretaris sang manager itu tidak bisa mengerjakannya. Tetapi anehnya aku memang mampu menyelesaikannya. Membuat proposal, membuat bahan presentasi atau membuat analisa sesuatu. Itu terjadi sejak dulu, sebelum banyak sarjana bekerja dikantorku.

Yang lebih parah lagi, tiga tahun yang lalu. Ketika itu ada salah seorang karyawan diluar team-ku yang sering tidak masuk. Dia bagian procurement atau pengadaan barang. Kondisi jadi kacau karena semua kepala seksi komplain ke management bahwa banyak masalah pengadaan material atau sparepart yang terlambat. Karena kondisi itu sudah sedemikian mengganggu maka management turun tangan. Anehnya orang pertama yang dilirik untuk mengatasi masalah itu adalah aku. Aku dipanggil sang manager dan diminta menangani masalah pengadaan barang. Aku langsung mengajukan syarat, bahwa aku bersedia menjalankan tugas itu tetapi aku harus lepas dari tugasku di PPIC. Tetapi sang manager dengan segala power-nya memaksa aku untuk merangkap jabatan.

Tidak ada pilihan bagiku. Aku kerja ikut orang dan aku tidak bisa menolak perintah, apalagi yang menekan adalah kepala pabrik sendiri. Akhirnya tugas baru itu aku jalankan. Awalnya aku hampir stress. Berat badanku sampai turun 5 Kg. Lambat laun aku bisa menyesuaikan diri dan mengatasi semua permasalahan. Tidak sampai 6 bulan semua masalah pengadaan barang sudah lancar. Alhamdulillah Tuhan memberkati niat tulusku untuk bekerja menghidupi anak istri. Hanya saja aku berharap setelah semuanya lancar aku akan mendapatkan kompensasi berupa kenaikan level. Tetapi manager tidak mempedulikan. Mereka menganggap itu adalah tugas bukan jasa.

Tiga tahun aku merangkap sebagai PPIC dan Procurement. Tiba-tiba tanggal 04-03-2014 kemarin aku diminta menghadap kepala pabrik. Mulanya dia menanyakan bagaimana pekerjaannku. Aku jawab semua sudah lancar dan aman. Aku masih belum tahu kemana arahnya, kenapa tiba-tiba saya dipanggil padahal tidak ada masalah dengan pekerjaannku. Ternyata sang manager mengatakan bahwa saya diminta membantu bagian accounting karena petugas yang sekarang kondisi kesehatannya sedang kurang baik sehingga harus istirahat panjang. Duh, rasanya sudah hampir pingsan aku saai itu.

Kalau tidak mengingat bahwa anak-anakku masih sekolah ingin rasanya aku menolak perintah yang tidak masuk akal itu. Tapi aku tidak punya pilihan. Akhirnya aku sampaikan bahwa aku bersedia diberi tugas apapun asal aku mampu dan ada waktu untuk mengerjakannya. Aku mengajukan syarat bahwa aku harus lepas dari tugas-ku di bagian procurement. Aku tidak mau kerja setengah-setengah. Aku tidak mungkin mengerjakan tiga bagian sekaligus, sebagai PPIC, sebagai Procurement dan Sebagai Accounting. Tetapi boss tetap menolak. Perdebatan panjang selama satu jam tidak membuahkan hasil. Semua saran dan ide yang aku sampaikan tidak membuat dia bergeming. Akupun tetap pada keputusanku bahwa aku siap asal job dibagian procurement dilepas.

Akhirnya jam 14.00 aku dipanggil lagi dan diberi tahu bahwa mulai besok (tanggal 05-03-2014) aku harus segera belajar accounting dan tugas dibagian pengadaan barang dilepas. Aku sedikit bernafas lega. Walaupun aku belum tahu apakah aku akan bisa mengerjakan tugas yang baru tetapi setidaknya bebanku tidak bertambah berat lagi. Semoga Allah SWT selalu membimbing dan memberi kekuatan aku menjalaninya. Aku ambil sisi positifnya saja bahwa ini adalah jalan hidup yang sudah ditetapkan oleh sang Maha pencipta agar aku semakin banyak pengalaman. Mungkin suatu hari nanti ada orang yang mengajakku bekerja di pabrik lain yang bisa menghargai pekerjaan orang. Disitu aku akan merasakan bahwa pengalaman selama ini sangat bermanfaat.

Sobat bloger, tulisan ini bukan bermaksud menakut-nakuti Anda yang punya kemampuan lebih untuk terus belajar. Tidak semua manager seperti ditempat aku bekerja. Banyak juga manager diluar sana yang sangat menghargai karyawannya yang berprestasi. Jadi pepatah "Banyak Tahu, Banyak Kerja" mungkin tetap berlaku tetapi dengan satu tambahan yaitu "Banyak Rejeki".

Selamat malam dan selamat ber istirahat.

Balongbendo, 05-03-2014

Administrator


Baca Selengkapnya ....

Kenapa Peta Indonesia di e-KTP bisa Salah?

Posted by Ngatiyat Prambudi Monday, February 24, 2014 1 comments

KTP adalah dokumen resmi seperti halnya SIM, Paspor, Ijazah dan lain sebagainya. Sebagai dokumen resmi seharusnya gambar-gambar atau symbol kenegaraan dibuat secara resmi pula, tidak asal-asalan. Tetapi dalam kenyataannya ada sebuah kesalahan fatal yang terjadi pada e-KTP kita.
Yup, kalau Anda penasaran sekarang ambillah e-KTP Anda dan perhatikan gambar Peta Indonesia di bagian belakang  e-KTP tersebut? Memalukan sekaligus memprihatinkan. Bagaimana mungkin proyek e-KTP yang menelan dana begitu besar terkesan dikerjakan secara asal-asalan. Kesalahan yang sangat fatal adalah gambar Pulau Jawa, Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur terhubung menjadi satu seperti gambar ulat.  
Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan gambar dibawah ini :



Bandingkan dengan Peta Indonesia yang benar dibawah ini.

Peta Indonesia, Sumber : Wikipedia Indonesia

Melihat kasus ini saya jadi bertanya-tanya, siapa sih desainer peta Indonesia di e-ktp tersebut? Apakah Dia orang Indonesia atau orang asing? Kalau dia orang Indonesia kenapa tidak tahu bahwa pulau jawa, Bali,NTB dan NTT itu terpisah? Sejak sekolah di SD saya sudah diajari tentang peta Indonesia, bahkan dijaman saya dulu anak SD sudah familiar dengan gambar PETA Indonesia karena di setiap ruang kelas jaman dahulu pasti ada gambar Peta Indonesia, Peta Propinsi dll dalam ukuran sangat besar yang dipasang di dinding kelas.
Kesalahan Sepele
Setujukah Anda bahwa kesalahan tersebut adalah kesalahan sepele? Saya pribadi sangat tidak setuju karena seperti yang saya katakana diawal tulisan ini bahwa KTP adalah sebuah dokumen resmi kenegaraan yang dipegang oleh seluruh penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Seharusnya pengerjaan proyek yang memakan dana trilyunan rupiah tersebut dilakukan secara hati-hati dan bukan asal-asalan.  Padahal yang terlibat dalam proyek tersebut bukan orang-orang bodoh yang tidak berpendidikan.
Sekedar tahu saja, standard operating prosedur (SOP) dalam dunia percetakan adalah ketika desain selesai dikerjakan oleh desainer maka akan dimintakan approval (persetujuan) kepada pemesan. Selanjutnya, Pemesan meneliti kebenaran gambar dan teks kemudian menandatangani persetujuan bahwa desain sudah sesuai permintaan. Baru setelah itu diproses pre-press dan diproduksi secara masal. Artinya banyak orang yang terlibat dalam proses tersebut. Bagaimana mereka bisa kecolongan?
Amburadul
Kasus ini bukanlah kasus pertama yang menunjukkan betapa amburadul-nya pengelolaan Negara ini. Masih segar dalam ingatan saya ketika saya membeli motor baru tahun lalu, material STNK tidak ada sehingga harus menunggu 6 bulan. Satu minggu yang lalu saya mengalami lagi peristiwa yang sangat menjengkelkan ketika saya mengurus perpanjangan STNK ternyata material pelat nomor tidak ada dan harus menunggu 6 bulan lagi.  

Dalam hati saya berkata “lha wong kasus STNK dan pelat nomor ini sudah sejak tahun kemarin sampai hari ini belum beres, kenapa kok tidak ada anggota DPR yang mempermasalahkan?.........”
Ya,… beginilah nasib hidup di Negara yang namanya Indonesia….!


Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Karton Media.