Teknik Cetak Flexography

Posted by Ngatiyat Prambudi Tuesday, February 12, 2013 2 comments


Cetak Flexography atau biasa disingkat Flexo saja adalah suatu teknik cetak yang menggunakan acuan cetak berupa pelat yang terbuat dari karet, photopolymer atau bahan flexible lainnya. Nama Flexography sendiri diambil dari kata flexible yang merupakan bahan pembuat pelat cetaknya. Teknik cetak flexography termasuk jenis cetak tinggi karena tinta dialihkan ke media cetak melalui pelat cetak yang permukaannya lebih tinggi.
Ilustrasi sederhananya dapat kita lihat pada proses orang menyetempel. Bentuk tulisan pada karet strempel berbentuk relief dengan posisi terbalik (negatif) dimana permukaan tulisan lebih tinggi daripada area yang kosong. Ketika stempel ditekankan pada bak tinta maka akan terjadi pemindahan tinta dari bak tinta ke stempel. Ketika stempel tersebut ditekankan diatas kertas maka terbentuklah cetakan seperti pada karet karet stempel dengan posisinya terbaca (positif).
Ya, seperti itulah prinsip cetak Flexo, acuan cetak yang berupa design gambar maupun tulisan diukir diatas rubber plate atau photopolymer dengan posisi terbalik (negatif). Acuan cetak ini dalam dunia percetakan disebut “pelat cetak” atau printing plate. Dalam dunia Carton Box, pelat cetak ini biasanya disebut “DIES”. Pemindahan tinta ke pelat cetak dilakukan melalui roll transfer yang disebut Anilox Roll yang terbuat dari Tembaga (Cu) atau Ceramic. Printing plate yang sudah mendapat balutan tinta ini kemudian mengenai permukaan sheet sehingga membentuk cetakan.
Secara sederhana ada 4 komponen dalam cetak Flexo yaitu :

1.    Fountain Roll
2.    Anilox Roll
3.    Plate Cylinder
4.    Impression Cylinder. 
Gambar : 1


Fountain Roll umumnya terbungkus karet (rubber). Fountain roll berputar didalam Ink reservoir untuk memindahkan tinta dari ink reservoir ke metering ink atau anilox roll. Anilox roll umumnya terbuat dari bahan Ceramic dan dibungkus dengan “engraving cell” yang sangat halus dan kecil. Bentuk engraving cell ini umumnya hexagonal sehingga kalau dilihat dengan kaca pembesar susunan cell-cell tersebut tampak seperti rumah tawon. Jumlah cell bervariasi mulai 80 sampai 1000 cells per linear inchi. Semakin tinggi nilai LPI (line per inchi) semakin halus hasil cetakan.
Plate Cylinder adalah roll tempat memasang printing plate (dies). Roll ini terletak diantara Anilox roll dan Impression roll. Impression roll sangat halus untuk memberikan tekanan sheet yang dicetak agar bisa menyentuh pelat cetak secara merata.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.
Gambar : 2
Pada gambar diatas proses cetak Flexo dimulai dari Fountain roll yang berputar dalam ink reservoir sehingga membawa tinta berpindah dari ink reservoir ke Anilox roll. Agar tinta yang menempel pada Anilox roll tidak berlebihan maka dipasang doctor blade yang berfungsi mengurangi ketebalan dan meratakan tinta. Selanjutnya anilox roll berputar dan bersentuhan dengan “plate cylinder” yang sudah ditempeli “printing plale” sehingga tinta berpindah dari anilox ke printing plate. Printing plate yang sudah terkena tinta berputar mengenai permukaan sheet sehingga menghasilkan cetakan dengan posisi terbaca (positif). Agar hasil cetakan lebih merata maka ditekan oleh impression cylinder.
Satu rangkaian yang terdiri dari 4 komponen yaitu fontain roll, anilox roll, dan plate cylinder impression cylinder disebut 1 unit printing. Satu unit printing hanya bisa menghasilkan cetak 1 warna. Untuk mencetak dua warna diperlukan 2 unit printing, tiga warna 3 unit printing dst. Proses pembuatan cetakan dengan jumlah warna lebih dari 1, dilakukan dalam 1 mesin Flexo yang terdiri dari beberapa unit printing sesuai jumlah warnanya. Sheet (bahan yang dicetak) akan berjalan dari unit printing 1 kel unit printing berikutnya hanya dalam hitungan detik. Oleh karena itu tinta yang digunakan harus encer dan cepat kering.
Pada saat proses cetak di mesin flexo, dibutuhkan beberapa lembar “printing plate” sesuai dengan jumlah warna cetakan. Satu lembar pelat cetak hanya untuk 1 warna saja.. Nah ketika masing-masing pelat cetak dipasang pada “cylinder plate” di unit printing yang berbeda apakah anda yakin bahwa nantinya ketika dijalankan akan menghasilkan gambar/tulisan yang benar? Untuk memastikan agar masing-masing photopolymer yang dipisah berdasarkan jenis warna tetapi ketika dijalankan di mesin Flexo bisa menyatu maka diperlukan adanya proses yang disebut “mounting”.
Contoh hasil cetak Flexografi pada Carton Box


Mounting adalah proses menempatkan dan melekatkan secara tepat dan seksama komponen-komponen cetak dari rubber atau photopolymer diatas lembaran mika astrolon. Proses mounting ini sangat penting terutama pada cetak multi warna yang dalam prakteknya tiap warna mempunyai lembar pelat cetak sendiri-sendiri. Walaupun terpisah-pisah namun ketika digabungkan dalam proses cetak di mesin Flexo posisi objek harus tepat sesuai design yang dimaksudkan.


Artikel Terkait :
1. System Rubber Roll VS System Doctor Blade
2. E book "Pengenalan Carton Box"
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
Judul: Teknik Cetak Flexography
Ditulis oleh Ngatiyat Prambudi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda ingin mengutip, baik sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link sumbernya yaitu http://kartonmedia.blogspot.com/2013/02/teknik-cetak-flexography.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

2 comments:

Dicky Robby said...

malam pa.. maukah bapa berbagi ilmu pengalaman nya tentang pengoperasian mesin cetak tekhnik flexo

Ahli Karton said...

Terima kasih telah mampir ke blog saya, silahkan baca artikel saya terbaru mengenai panduan desain untuk cetak Flexografi . Saya bukan ahli cetak Flexo, hanya sekedar tahu. Keahlian saya adalah masalah system pada pabrik Carton Box.

Post a Comment

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Karton Media.