Tuesday, April 30, 2013

Perbedaan Buruh dan Karyawan atau Pekerja



Pada dasarnya pengertian Buruh, Pekerja,Karyawan adalah sama yaitu manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik berupa uang maupun bentuk lainya kepada Pemberi Kerja atau Pengusaha atau majikan. Tetapi dalam kultur Indonesia, "Buruh" berkonotasi sebagai pekerja rendahan, hina, kasaran dan sebagainya. sedangkan pekerja, Tenaga kerja dan Karyawan adalah sebutan untuk buruh yang lebih tinggi, dan diberikan cenderung kepada buruh yang tidak memakai otot tapi otak dalam melakukan kerja. akan tetapi pada intinya sebenarnya keempat kata ini sama mempunyai arti satu yaitu Pekerja.


Secara internasional sebenarnya yang lebih populer dan lebih umum adalah kata Buruh, bukan Pekerja / Karyawan, itulah sebabnya di Australia ada Partai Buruh dan bukan Partai Karyawan. Demikian juga Organisasi Buruh se Dunia namanya ILO (International Labour Organization) bukan International Worker Organization.

Menurut sejarah penggunaan kata buruh di Indonesia banyak digunakan pada masa Orde Lama yaitu sejak proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sampai tahun 1967. Hal ini bisa kita lihat dalam sebuah spanduk raksana pada peringatan May Day tanggal 1 Mei tahun 1965 di Jakarta yang dihadiri Presiden Soekarno. Dalam foto dibawah ini ada sebuah tulisan KAUM BURUH SEDUNIA” bukan “KAUM PEKERJA SEDUNIA”.
Bung Karno dalam peringatan May Day
Bung Karno berpidato pada May Day 1965
 Seiring dengan jatuhnya rezim Orde Lama dan diganti oleh Orde Baru maka penggunaan kata buruh dihilangkan karena dianggap berbau paham ke kiri-kirian. Sebagai gantinya pemerintahan Orde Baru mempopulerkan kata Karyawan atau Pekerja. Serikat Buruh yang ada pada orde lama diganti menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.


Setelah rezim Order Baru tumbang  pada bulan Mei tahun 1998, dan diganti Orde Reformasi, kata buruh kembali mendapat angin segar untuk digunakan kembali. Hal ini ditandai dengan munculnya serikat buruh yang bernama SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), kemudia ada lagi SARBUMUSI ( Sarikat Buruh Muslimin Indonesia ). Disini kita lihat kata Buruh mulai banyak digunakan lagi disampaing kata pekerja atau karyawan. Bahkan dalam Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003 pasal 1 ayat 3 disebutkan "Pekerja/Buruh adalah Setiap Orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain".
Disini Pemerintah dan DPR sudah tidak tabu lagi menggunakan kata Buruh dan Pekerja.

Selamat Hari Buruh 1 May 2013.





3 comments:

  1. Artikel ini saya butuhkan dalam sisi arti kata dan sejarahnya, jika anda tidak keberatan saya ijin share sebagian dengan tetap mencantumkan link URl anda, terima kasih.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas kepercayaan anda. Silahkan kalau mau di share.

    Admin

    ReplyDelete
  3. Saya mencantumkan istilah karyawan swasta pada kolom pekerjaan di ktp saya ternyata dampaknya sangat berbeda pada pandangan umum di masyarakat mereka anggap saya termasuk golongan mampu atau berkelebihan di mata mereka.Tadinya saya anggap mazyarakat jaman sekarang sudah mau menghormati kaum buruh yang ingin jasa kami dihargai walau sebenarnya kami secara nurani merasa kaum buruh dengan keaejahteraan kami yang masih di bawah normal.Terima kasih artikelnya.

    ReplyDelete

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Karton Media .