Komponen Upah Yang Dijadikan Dasar Perhitungan Pesangon

Posted by Ngatiyat Prambudi Thursday, July 25, 2013 0 comments
Seringkali masalah perhitungan pesangon menjadi perdebatan antara buruh / pekerja yang akan di PHK dengan bagian HRD perusahaan. Perselisihan biasanya terjadi karena perbedaan penafsiran tentang suatu tunjangan apakah termasuk kategori "pendapatan tetap" atau tidak.

Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana yang disebut oleh Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang No.13 Th.2003.

Selanjutnya Pasal 157 ayat (1) Undang-Undang No.13 Th.2003 menyatakan: “Komponen upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang pengganti hak yang seharusnya diterima yang tertunda, terdiri atas:
a. upah pokok;
b. segala macam bentuk tunjangan yang bersifat tetap yang diberikan kepada pekerja/buruh dan keluarganya, termasuk harga pembelian dari catu yang diberikan kepada pekerja/buruh secara cuma-cuma, yang apabila catu harus dibayar pekerja/buruh dengan subsidi, maka sebagai upah dianggap selisih antara harga pembelian dengan harga yang harus dibayar oleh pekerja/buruh.

Selain itu di dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah (“SE-07/MEN/1990”) walaupun tidak menyebutkan pesangon di dalamnya, tetapi kita dapat melihat pengertian tunjangan tetap dalam SE-07/MEN/1990 tersebut, yakni suatu pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah pokok, seperti Tunjangan Isteri; Tunjangan Anak; Tunjangan Perumahan; Tunjangan Kematian; Tunjangan Daerah dan lain-lain. Tunjangan Makan dan Tunjangan Transport dapat dimasukan dalam komponen tunjangan tetap apabila pemberian tunjangan tersebut tidak dikaitkan dengan kehadiran, dan diterima secara tetap oleh pekerja menurut satuan waktu, harian atau bulanan.

Perselisihan biasanya terjadi karena pihak HRD tidak bersedia memasukkan tunjangan tertentu yang menurut  pandangan karyawan termasuk pendapatan tetap misalnya tunjangan uang makan, tunjangan pengobatan, tunjangan perumahan dll. Tunjangan tersebut biasanya diterima oleh karyawan dalam jumlah yang tetap dan tercetak dalam slip gaji serta tidak dipengaruhi oleh kehadiran. Jika terjadi perbedaan pandangan seperti ini maka pihak HRD seharusnya akan menjelaskan secara detail tunjangan apa saja yang dimasukkan dalam komponen "pendapatan tetap" dan mana yang tidak. Jika pihak HRD tidak bersedia untuk menjelaskan secara transparan dan cenderung menafsirkan sesuai kepentingannya sendiri maka anda punya hak untuk menyatakan keberatan.

Apabila antara buruh dan HRD tidak bisa mencapai kata sepakat, maka buruh bisa melakukan upaya hukum dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (“UU PPHI”). Sejak adanya UU PPHI, upaya hukum bagi pekerja yang mengalami perselisihan hubungan industrial akan dilakukan secara bipartit terlebih dulu. Bila upaya bipartit gagal, pekerja bisa memilih upaya mediasi atau konsiliasi yang ditawarkan di instansi ketenagakerjaan setempat. Apabila pihak-pihak memilih mediasi atau konsiliasi dan tidak tercapai kesepakatan, dapat membawa perkaranya ke pengadilan hubungan industrial.

Untuk menghadapi proses hukum tersebut ada baiknya anda persiapkan bukti-bukti slip gaji beberapa bulan terakhir untuk dijadikan bahan adu argumentasi apakah kita yang benar atau mereka yang salah. Selain itu kalau bisa anda meminta bantuan pengacara gratis misalnya teman kuliah atau minta tolong ke LBH yang penting mereka tidak minta bayaran, karena kita adalah buruh kecil yang sedang memperjuangkan haknya bukan koruptor yang memang punya uang hasil jarahan yang banyak.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
Judul: Komponen Upah Yang Dijadikan Dasar Perhitungan Pesangon
Ditulis oleh Ngatiyat Prambudi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda ingin mengutip, baik sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link sumbernya yaitu http://kartonmedia.blogspot.com/2013/07/komponen-upah-yang-dijadikan-dasar.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Karton Media.