Degradasi Nasionalisme Bangsa Indonesia

Posted by Ahli Karton Thursday, August 15, 2013 0 comments
Sungguh Ironis, di jaman yang katanya orang lebih "merdeka", lebih bebas ber ekspresi tetapi semangat nasionalime kita justru semakin pudar. Kenapa?
Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Duapuluh tahun yang lalu, ketika aku masih muda, suasana Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI terasa sangat meriah. Disepanjang jalan yang aku lalui banyak sekali pernak-pernik, mulai dari umbul-umbul, kertas merah putih hingga berbagai macam hiasan khas perayaan Agustusan. Bulan Agustus sebagai bulan peringatan ulang tahun kemerdekaan terasa sangat berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Suasana seperti ini tidak hanya terasa dikota, di desa-desa pun masyarakat menyambut peringatan ulang tahun kemerdekaannya dengan penuh suka cita. Pada malam hari lampu hias ber aneka warna semakin menyemarakkan suasana.
Contoh Perayaan 17 Agustus

Selain berbagai hiasan dan pernak pernik serta taburan aneka warna lampu di malam hari, berbagai perayaan juga diadakan dimana-mana. Instansi pemerintah di berbagai daerah  membuat kegatan gerak jalan dan jumlah pesertanya sangat banyak, mulai dari anak-anak sekolah, karang taruna sampai ibu-ibu PKK tidak mau ketinggalan. Masyarakat desa mengadakan berbagai lomba seperti lomba panjat pinang, sepeda hias, karnaval dan berbagai lomba untuk anak-anak seperti makan kerupuk, gigit koin, memasukkan paku dalam botol dan lain sebagainya. Semua dilakukan secara swadaya alias dengan biaya sendiri. Yang paling aku ingat adalah lomba sepak bola pakai sarung yang diadakan antar RT. Sungguh meriah.

Hari ini, setelah 15 tahun kita memasuki jaman reformasi suasana seperti itu perlahan-lahan mulai hilang. Kalaupun ada kegiatan suasana kemeriahannya sungguh jauh berbeda. Tadi siang ada lomba gerak jalan se kecamatan yang melewati desaku, sungguh sangat memprihatinkan, jumlah pesertanya sangat sedikit. Tidak ada separuh kalau dibandingkan dengan jaman dulu. Yang lebih memprihatinkan lagi, masyarakat enggan memasang hiasan di gapura depan rumahnya, bahkan banyak yang tidak mengibarkan bendera merah putih di depan rumah. Padahal 20 tahun yang lalu, selain memasang hiasan di gapura pagar rumah masing-masing, masyarakat dengan antusias mengibarkan bendera merah putih mulai tanggal 14 Agustus sampai tanggal 18 Agustus.

Mengapa hal ini bisa terjadi, menurut pengamatan saya setidaknya ada dua hal yang sangat mempengaruhi lunturnya nilai-nilai nasionalisme ditengah masyarakat. Pertama dan yang paling besar pengaruhnya adalah perilaku korup yang tiap hari dipertontonkan di berbagai media. Pejabat negara yang sudah diberi gaji besar masih tega-teganya merampok uang negara yang notabene adalah uang rakyat. Kejahatan korupsi sudah terjadi secara telanjang didepan mata dan sudah menyebar diberbagai sektor. Tidak hanya eksekutif, legislatifpun seakan berlomba untuk melakukan korupsi. Rakyat Indonesia sudah sakit hati, dan akhirnya menjadi apatis. Bagaimana tidak, rakyat kecil yang hidupnya pas-pasan masih menyempatkan diri untuk membayar pajak sebagai bentuk kepatuhan terhadap negara. Tetapi apa yang terjadi ? Uang yang terkumpul justru dibuat bancakan oleh para pemegang kekuasaan!

Yang kedua, selain karena perilaku korup para pejabat negara adalah adanya pergeseran orientasi dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan sebagai wadah pembentukan akhlak dan karakter lebih mementingkan nilai akademis dan mengabaikan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan Pramuka sebagai kegiatan yang menggembleng fisik, mental dan spiritual dan wadah untuk menanamkan jiwa dan semangat nasionalisme justru ditinggalkan. Kita sebagai bangsa yang latah telah salah memilih. Sesuatu yang berbau ORBA dianggap jelek dan harus dihapus. Pramuka yang identik dengan orde baru-pun tidak luput dari pandangan tersebut. Kegiatan pramuka yang dulu merupakan kegiatan ekstra kurikuler wajib ditingkat SD kini sudah mulai dihilangkan. Akibatnya anak muda sekarang justru lebih senang kongkow-kongkow dipinggir jalan sambil mengkonsumsi PIL KOPLO. Apa ini yang dicita-citakan oleh pejuang reformasi?

Menyambut peringatan ulang tahun  kemerdekaan yang ke 68 ini saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk merenungkan kembali arah perjalanan bangsa ini. Marilah kita ikut memikirkan bagaimana bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar, maju,sejahtera dan bermartabat. Agar negara kita tidak lagi dipandang sebelah mata oleh negara tetangga. Kalau elit-elit kita hanya sibuk berdebat, menghabiskan energi dengan percuma, sementara negara lain justru sibuk membangun, maka negara kita akan semakin tertinggal dari negara-negara lain. Apa jadinya kalau kita terus tenggelam dalam kondisi seperti ini?

Sidoaro, 15 Agustus 2013.

Ngatiyat Prambudi
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
Judul: Degradasi Nasionalisme Bangsa Indonesia
Ditulis oleh Ahli Karton
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda ingin mengutip, baik sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link sumbernya yaitu http://kartonmedia.blogspot.com/2013/08/degradasi-nasionalisme-bangsa-indonesia.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Karton Media.